Arsip Bulanan: Desember 2011

Sejarah Singkat SMAN 1 Sidoarjo

Sejarah Singkat SMAN 1 Sidoarjo

SEJARAH SINGKAT
SMA NEGERI 1 SIDOARJO

Sidoarjo dilihat secara geografis, merupakan Delta-Brantas yang kaya dengan segala potensinya memiliki arti yang sangat strategis baik dari aspek Politik, Ekonomi, Sosial maupun Budaya, bahkan dengan spontanitas masyarakatnya dan kesetiakawanan yang tinggi secara kompetitif mudah digerakkan untuk kepentingan pembangunan, apalagi yang menyentuh kepentingan rakyat langsung dan bersifat monumental. Kondisi inilah kira-kira yang melatar belakangi timbulnya ide atau gagasan dari sementara tokoh masyarakat kota Sidoarjo yang sejak lama mendambakan lahirnya sebuah SMA Negeri yang representative baik tempat maupun mutunya, sehingga dapat menampung banyaknya lulusan SMA yang pada dasawarsa 60 an terpaksa harus melanjutkan pendidikan ke kota Surabaya atau daerah lain, suatu keadaan yang menambah beban bagi setiap orang tua atau wali.

Gagasan yang sangat konstruktif itu perlu ditampung dan dikaji dengan menugaskan beberapa orang untuk melakukan penjajakan, sebagai langkah awal dengan berkonsultasi kebeberapa pejabat Pemerintahan termasuk diantaranya para anggota MUSPIDA dan kalangan legislative, yang ternyata memperoleh tanggapan yang sangat menggembirakan. Langkah berikutnya dengan menghimpun beberapa tokoh pengusaha untuk diajak berpartisipasi secara aktif seperti H. Moh. Iksan, H. Moh. Syakir, Goo Hong Ling, Maksum Achmadi, dll. Mereka mengajukan beberapa argumentasi sebagai masukan yang cukup berbobot, yang jelas mereka setuju dengan konsekuensi dana sebagai pendukungnya.

Usaha pendekatan dilanjutkan sebagai langkah akhir dengan mengembangkan gagasan tersebut kepada tokoh pendidik dan para cendekiawan termasuk Kepala Sekolah Menengah Pertama dan Kejuruan baik swasta maupun negeri di kota Sidoarjo dan sekitarnya. Ternyata “ pucuk dicinta ulam tiba”, memang sejak lama ide tersebut ditunggu-tunggu, mereka sepenuhnya akan membantu bahkan siap sebagai “pengajar” kalau perlu untuk sementara dengan system “kerja bhakti”.

Dari hasil-hasil konsultasi yang ditempuh melalui tiga tahap tersebut, kemudian dilakukan evaluasi secara rinci dan inventarisasi permasalahan yang perlu segera ditangani sebagai modal dasar dengan membentuk sebuah Panitia, yang nantinya diharapkan dapat menampung, mengolah dan mewujudkan aspirasi masyarakat tersebut secara nyata dan berhasil guna.

Dengan ridlo TUHAN Yang Maha Esa dan restu dari semua pihak, maka pada tanggal 12 Mei 1961 bertempat dikediaman Bapak A. Chudori Amir Jalan Diponegoro No. 137 Sidoarjo berhasil dibentuk PANITIA SMA NEGERI 1 SIDOARJO dengan diketuai olah Saudara M. Ghufron Naam, Sekretaris Saudara Hermaini Isa, Bendahara H. Moh. Iksan. Susunan selengkapnya sebagaimana daftar terlampir yang disalin dari daftar otentik yang kini masih tersimpan dengan baik. Menurut perkiraan, dari sekian banyak jumlah anggota panitia kini hanya tinggal separuhnya saja yang masih dalam keadaan sehat, sedang selebihnya telah meninggal dunia karena dimakan usia. Mereka telah pergi dengan meninggalkan kenangan yang tak ternilai sebagai warisan untuk generasi sekarang dan generasi mendatang.

Segenap masyarakat Sidoarjo patut merasa bangga, dengan keberadaan SMA Negeri yang merupakan hasil “perjuangan” tetapi bukan hasil “pemberian”, sesuai predikat yang disandang kota Sidoarjo sebagai kota perjuangan, jantung pertahanan semasa perjuangan fisik ditahun 1945.

Memang perjuangan Panitia berhasil, namun melalui proses panjang yang penuh liku-liku, tidak lepas dari hambatan, tantangan dan gangguan, dan justru tantangan itulah yang memacu keberhasilan Panitia, walaupun lambat namun pasti.

Tanpa melalui proses “hura-hura” Panitia Persiapan SMA Negeri 1 Sidoarjo membubarkan diri dengan perasaan puas bercampur bangga. Kini SMA Negeri 1 Sidoarjo berjalan dan terus berjalan sesuai dengan derap pembangunan.

Dalam memasuki usianya yang ke-29, entah sudah berapa ribu siswa hasil godokan SMA ini menyebar-luas keseluruh penjuru Tanah Air, menjadi tokoh masyarakat, pimpinan Pemerintahan, ekonom, tehnisi, cendekiawan, dan sebagainya.

Happy Birthday My Sweetheart :)

Happy Birthday My Sweetheart :)

Tepat di hari minggu, 4 Desember 2011 orang yang aku anggap spesial genap berusia 17 tahun. Tak terasa rasanya, seperti baru kemarin aku mengenalnya di bangku kelas 1 SD. Dia yang ku kenal sama sekali acuh, tipikal lelaki yang tidak peduli dengan wanita, termasuk aku. Ternyata disaat itulah pertanda bahwa dia menyimpan perhatian padaku. Haha laki laki kecil kelas 1 SD telah memiliki rasa ketertarikan pada lawan jenis. Tapi rasa itulah yang menimbulkan perasaan malu yang mendalam.

Dia memandangku dari jauh, tanpa pikir panjang ia malah menghindar dan berlari sangat jauh supaya aku tak melihatnya, begitupun setiap harinya sampai menginjak bangku kelas 3 SMP. Akhirnya kami dipertemukan kembali di sekolah menengah atas yang sama, SMN 1 SIdoarjo. Indah sekali.. seperti induk yang mencari anaknya setelah hilang dari pelukanny selama bertahun tahun.

Semoga, dengan bertambahnya 1 tahun usiamu ini, kamumenjadi seorang hilmy yang lebih dewasa dan mengerti tentang baik dan buruknya dunia ini. Sukses kedepannya! I always beside u, my sweetyheart :)

Masa Lalu, kadang seru, kadang sakit

Masa Lalu, kadang seru, kadang sakit

Terpaksa ngeblog lagi setelah vakum entah berapa lama karena tuntutan tugas sekolah. Terkadang terlintas dibenaku jika ngeblog mengurangi frekuensiku berbicara di masyarakat. Ya bahasa gampangnya jadi pediam. Itu aku, lain halnya denganmu..

Beberapa postingan lamaku sudah terhapus karena mengingat cerita yg aku angkat disana, bener bener gak pantes dibaca di masa sekarang. Alasannya, selain ditinjau di bahasa yang sedikit berlebihan, disisi lain tema postingan yg lalu lalu itu mengingatku pada beberapa kejadian di masa lalu.

Berbicara tentang masa lalu, sebagian orang (termasuk aku) tidak ingin masa lalu itu diungkit ungkit kembali. Hadapi saja yang rintangan yang ada di depan mata. Kita tidak perlu membahas masa lalu yang dianggap kelam oleh segelintir masyarakat. Masa lalu juga menimbulkan kesedihan yang mendalam. Seperti melupakan cinta pertama kita yang telah dimiliki oleh orang lain. Nama saja cinta, berhubungan dengan perasaan. Perasaan tidak bisa dipaksakan secara sepihak. Cinta juga merupakan hubungan sosial yang membutuhkan persamaan rasa dan perasaan yang menimbulkan hubungan timbal balik. Cukuplah menyimpan masa lalu itu pada sekotak kayu rapuh dan kuburlah itu dalam dalam.

“Hadapi yang ada didepanmu! Jangan sekali kali menengok ke masa yang suram!

Masa lalu juga bisa dibilang lucu karena kenangan-kenangan yang pernah terukir disana. Banyak orang yang menyimpan masa lalu itu baik baik karena alasan ingin mengulanginya kembali. Tapi yakinlah, bahwa keindahan yang terjadi dimasa datang akan jauh lebih baik dan berkesan untukmu. Jadi, simpan saja masa lalumu dan bersemangatlah dihari esok!